WANITA BERTATO

Good Skin + Good Tattoo = Hilarious woman

Good Skin + Good Tattoo = Hilarious woman

“Kalau memang tato adalah sebuah karya seni, maka sudah sepantasnya kita menghargainya” . Kemarin, saya jalan-jalan bersama keluarga ke salah satu mal besar di Bandung. Ketika sedang melakukan window shoping, melalui sebuah lorong terbuka. Kalau sedang di mal, maka yang menjadi tugas saya adalah menjaga si Mikail Ku. Dan seperti biasa dia senang sekali ruang terbuka, dengan langkah kakinya yang kecil namun dengan kecepatan tinggi hingga sempoyongan dia berjalan ke setiap toko. Ketika dia menghampiri satu toko yang menjual pakaian anak muda, saya pun mengejarnya. Di dalam toko tersebut terdapat tiga orang pramuniaga. Saya pun mengejar Mika hingga masuk ke dalam toko. Dan ketika saya melihat sekitar toko, WOW saya terkagum melihat salah satu gambar yang ada di toko tersebut. Gambar tersebut bukanlah gambar foto produk pakaian yang terpajang di dinding toko. Melainkan gambar yang terdapat tepat di dada salah seorang pramuniaga toko tersebut. Tidak tahu kenapa, tapi seolah-olah mata ini sulit sekali untuk tidak berpaling dari gambar tersebut. Saya bukan anak gaul Bandung, jadi jarang sekali saya melihat tato yang enak untuk dilihat (bukan karena letaknya ya). Dalam hati saya berkata “keren”, namun tidak saya sampaikan pada orangnya, khawatir dia risih. Di negara kita, tato adalah sebuah kontroversi. Pemaknaan setiap orang dalam masyarakat pun sangat beragam. Namun menurut saya yang sebenarnya menjadi kontroversi itu bukanlah pengukiran tatonya, melainkan pemantasannya. Kenapa? Hal itu dikarenakan banyak sekali orang Indonesia membuat tato karena faktor stereotip dari idolanya. Terkadang orang-orang yang seperti itu tidak bertanya terlebih dahulu pada orang-orang disekitarnya, apakah pantas dia bertato? Bila pantas, desain tato seperti apa yang sesuai keinginan dia, namun juga dapat dinikmati oleh orang lain yang melihatnya. Yang paling banyak ngawur itu penggunaan warna tato yang tampak tidak sesuai dengan warna kulit. Hal itu yang menyebabkan sebuah karya seni menjadi tidak terlalu bisa dinikmati.

Balik lagi pada topik sesuai judul. Ada banyak alasan kenapa wanita ingin bertato. Kalau alasan sih ya sama saja dengan alasan para lelaki. Namun apakah betul yang dilontarkan oleh wanita-wanita itu adalah alasan sesungguhnya dia ingin bertato? atau hanya sebuah front stage saja? Kalau saja tato itu berada pada tempat yang tidak dapat terlihat, mungkin alasan itu relevan. Lalu, kalo tato tersebut disembunyikan, maka itu tidak lagi menjadi sebuah karya seni. Karena sebuah karya seni haruslah sesuatu yang bisa dinikmati oleh sosial, terlepas sosial tersebut menyukainya atau tidak.Saya tidak akan bahas mengenai wanita bertato, karena itu artinya saya akan membahas salah satu kekaguman saya. Dan bila itu terjadi, maka tulisan blog ini akan sangat panjang. hehe. Namun saya tertarik membahas mengenai pemikiran para lelaki mengenai wanita yang bertato..

Kalo anda wanita bertato, taukah anda apa yang ada dipikiran para lelaki terhadap anda? iseng survei ke 10 orang lelaki tentang pendapat mereka melihat cewe bertato dan ditemukan hasil jawaban dari hasil survei sebagai berikut:

  1. Wanita tidak pantas bertato. 3 dari 10 lelaki mengatakan kalo wanita yang bertato itu adalah wanita yang “gak bener”. Dengan alasan yang berbeda. dari mulai kebiasaannya yang gak benar, pergaulan gak benar, dan perilaku yang gak benar.
  2. Wanita yang bertato adalah wanita yang mengagumkan. Lalu ada juga yang senang melihat wanita bertato. Tato bisa menjadi pengganti accesoris. Namun mungkin sebagai pelengkap saja. karena tato bisa menambah sisi kecantikan wanita, hingga penilaian mengenai kepintaran mereka.
  3. Wanita yang bertato membuat lelaki berpikir tentang sex. mayoritas lelaki yang disurvei menklaim bahwa mereka melihat wanita bertato, maka mereka membayangkan sex bersama wanita tersebut. Rupanya tato secara tidak langsung dapat membuat para lelaki teransang dan mulai berimajinasi.

Tapi survei diatas hanya iseng belaka. Silahkan pikirkan sendiri. karena semua kembali lagi pada pemikiran kita masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s